Terlalu Banyak Mengandung Gula, Ahli Ingatkan Jangan Jadikan SKM Minuman Utama

- Rabu, 29 September 2021 | 16:32 WIB
ilustrasi SKM (pixabay)
ilustrasi SKM (pixabay)

AYOPONTIANAK.COM-- Meski menuai pro kontra, namun keberadaan susu kental manis (SKM) masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan tak jarang, dijadikan salah satu menu minuman di tempat makan, mulai dari warung kaki lima hingga warung makan.

Padahal, sebagaimana diketahui, SKM memiliki kandungan gula yang dinilai sangat tinggi, hingga membahayakan kesehatan jika terlalu banyak mengkonsumsinya.

Dilansir Republika, Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair), Mahmud Aditya Rifqi mengingatkan untuk tidak menyeduh SKM dengan air dan membuatnya menjadi minuman tunggal atau utama. Sebab otomatis akan menjadi sumber asupan gula berlebih bagi tubuh.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 29 September 2021 : Aldebaran dan Irvan Sama-Sama Mendapat Alamat Rumah

“Artinya, ketika minum 1 takar saji SKM sachet, kita sudah mengonsumsi 19/50 atau sama dengan 38 persen dari anjuran konsumsi gula harian orang dewasa. Sementara untuk anak-anak, konsumsi 1 sachet bahkan sudah mencukupi lebih dari 50 persen rekomendasi konsumsi harian,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan karena kandungan gula pada SKM memiliki prosentase diatas 50 persen. Ia mencontohkan, salah satu merk SKM terkenal dalam satu sachet memiliki kandungan gula 19 gram dari jumlah takaran saji 37 gram. Atau 51,3 persen dari komposisi yang terkandung dalam tiap sachetnya.

Padahal anjuran konsumsi gula maksimal adalah 10 persen dari total energi. Jika dirinci, untuk dewasa sekitar 50 gram per hari dan anak-anak 30-35 gram per hari.

Baca Juga: Viral, TikTokers asal Filipina Buat Konten Make Up Boneka Raksasa Squid Game

Karena itu, sangat tidak diperbolehkan menjadikan SKM sebagai sumber pemenuhan gizi bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Karena kandungan SKM berbeda jauh dengan susu formula ataupun susu UHT sekalipun yang telah memiliki kandungan gula.
“Kita tidak bisa menjadikan SKM sebagai susu pertumbuhan bagi anak, apalagi bagi bayi sebagai pengganti air susu ibu (ASI). Kena SKM bukan susu,” ujarnya.

Sebab, jika dikonsumsi secara teratur maka tak hanya akan membuat badan mengalami obesitas karena kelebihan berat badan, namun juga memicu kerusakan gigi, serta penyakit degeneratif seperti diabetes, jantung, dan penyakit lainnya.

“Jika ingin mengonsumsi susu sebagai sumber protein dan pertumbuhan, perlu memperhatikan kadar protein, lemak, kalsium, gula, dan zat gizi lainnya,”

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X