Sebut Banyak Jenis Pekerjaan Bakal Hilang di Masa Depan, Presiden Minta Kampus Lakukan Inovasi Mata Kuliah

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:06 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta  PPSA XXIII PPRA LXII Tahun 2021 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia di Istana Negara, Rabu, 13 Oktober 2021.  (Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta PPSA XXIII PPRA LXII Tahun 2021 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia di Istana Negara, Rabu, 13 Oktober 2021. (Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA,AYOPONTIANAK.COM-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta lembaga pendidikan tinggi atau kampus melakukan inovasi terhadap mata kuliah (makul) yang ada di masing-masing fakultas. Sebagai bentuk respon perubahan pesat yang tengah terjadi saat ini.

Bahkan Presiden menyebut jika di masa depan akan banyak pekerjaan yang hilang dan tergantikan jenis pekerjaan baru yang pastinya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memahaminya.

“Mahasiswa harus bisa memahami berbagai perkembangan ilmu yang terus berkembang seperti matematika statistik, ilmu komputer, bahasa Inggris, hingga bahasa pemrograman,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia di Istana Negara, Rabu, 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Rabu, 13 Oktober 2021 : Mama Rosa Jatuh Sakit Karena Pikirkan Masa Lalu

"Perkembangan-perkembangan seperti ini kalau enggak kita segera antisipasi bisa ketinggal kita. Jadi mungkin di fakultas kedokteran harus secepatnya mulai ada mata kuliah tentang robotik. Tinggal skill baru harus selalu di-update teknologinya karena apa yang diajarkan oleh guru semester ini, nanti semester depan diajarkan lagi sudah usang," ujar Presiden.

Presiden Jokowi juga mengingatkan universitas dan perguruan tinggi harus mampu mendorong mahasiswanya untuk belajar di mana saja, dengan siapa saja, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak terjebak dengan rutinitas. Misalnya, para mahasiswa bisa diberi kesempatan untuk belajar di perusahaan teknologi.

"Taruh mahasiswa di sebuah perusahaan teknologi untuk mereka belajar. Misalnya apa itu hyperloop, apa itu Splash X, apa itu advance robotic. Semuanya memang harus, karena kecepatan perubahan betul-betul sangat cepat sekali," ucapnya.

Baca Juga: Agar Tak Kecewa Karena Ekspektasi Pasangan Tak Sesuai, Lakukan Cara Ini

Hal itu, lanjut Presiden sebagai bentuk respon atas perubahan dunia yang begitu cepat, dimana salah satunya ditandai dengan revolusi industri 4.0 dan disrupsi, yang perlu didikapi dengan arif dalam mengembangkan teknologi sekaligus aktif mengakuisisi berbagai teknologi baru, terutama teknologi digital.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X