Subvarian Omicron Masuk ke Indonesia, Pemerintah Terus Dorong Vaksinasi Covid-19

- Senin, 13 Juni 2022 | 23:19 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangannya di Kantor Presiden Jakarta, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi. (ayopontianak.com/Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangannya di Kantor Presiden Jakarta, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi. (ayopontianak.com/Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA,AYOPONTIANAK.COM– Pemerintah akan terus mendorong vaksinasi Covid-19, khususnya dosis ketiga atau booster, menyusul mulai masuknya subvarian Omicron BA4 dan BA5 ke Tanah Air. 

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 13 Juni 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk terus meningkatkan capaian vaksinasi di Tanah Air, utamanya vaksinasi dosis ketiga. 

Presiden juga mengimbau kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat untuk dapat memberikan pelayanan pemberian vaksin dosis ketiga.

Baca Juga: Inspiratif, Tukang Sapu Sapu di Pontianak Akhirnya Naik Haji Setelah Menabung 12 Tahun

"Arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan jumlah vaksin dosis ketiga," ujar dalam keterangannya di Kantor Presiden Jakarta, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi.

Airlangga juga mengatakan bahwa saat ini capaian vaksinasi dosis pertama yang masih di bawah 70 persen adalah Provinsi Papua dan Papua Barat. Sedangkan untuk capaian vaksinasi dosis kedua, saat ini 17 provinsi sudah mencapai di atas 70 persen dan 10 provinsi masih berada di bawah 70 persen.

"Provinsi yang masih relatif rendah di bawah 50 persen adalah Maluku, Papua Barat, dan Papua," ungkap Airlangga.

Baca Juga: Forum Satu Data Kota Pontianak, Wako Edi: Data Harus Update dan Relevan

Selain itu, berkaitan dengan kasus Covid-19 di Indonesia, Airlangga menegaskan bahwa kasus harian di Indonesia masih dalam tahap yang baik jika dibandingkan dengan beberapa negara lain di dunia. Begitu pula dengan reproduksi kasus efektif di Indonesia yang dinilai masih relatif stabil berada di angka 1.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X