Prakiraan Cuaca Kota Pontianak 19 Januari 2022: Hujan Ringan Siang dan Sore Hari

- Rabu, 19 Januari 2022 | 13:20 WIB
ilustrasi hujan (pixabay)
ilustrasi hujan (pixabay)

PONTIANAK,AYOPONTIANAK.COM– Bagi warga Kota Pontianak yang ingin bepergian siang dan sore hari ini disarankan untuk menyiapkan payung atau jas hujan. Pasalnya, prakiraan cuaca hari ini, Rabu 19 Januari 2022 akan diguyur hujan pada siang dan sore hari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan, secara umum cuaca di Kota Pontianak adalah cerah berawan dan berawan. Dengan suhu udara mulai 24 derajat celcius hingga 33 derajat celcius. Sedangkan tingkat kelembaban berkisar 60 hingga 95 persen. 

Meski relatif bersahabat, namun masyarakat diharapkan tetap mewaspadai angin kencang. Karena kecepatan angin akan bertiup hingga 20 km per jam pada siang hari

Baca Juga: Prostitusi Online Makin Meresahkan, Polda Kalbar Tangkap 9 Mucikari yang Pekerjakan PSK di Bawah Umur

Cuaca cerah berawan yang menyelimuti Kota Pontianak sejak pagi hari akan berubah menjadi hujan ringan. Meski demikian suhu udara tetap terasa panas karena naik menjadi 33 derajat celcius dari sebelumnya 32 derajat celcius

Tingginya suhu udara pada siang hari membuat tingkat kelembaban berkurang drastis menjadi 60 persen dari sebelumnya 80 persen di pagi hari. Meski hujan ringan, namun masyarakat yang bepergian diharapkan berhati-hati karena angin dimungkinkan bertiup kencang dengan kecepatan angin 20 km per jam.

Hujan dengan intensitas ringan tersebut masih mengguyur hingga sore hari. Dimana suhu udara mulai turun menjadi 25 derajat celcius. Suhu udara yang rendah juga membuat tingkat kelembaban naik menjadi 95 persen. Sedangkan untuk kecepatan angin menjadi 10 km per jam.

Baca Juga: Vaksin Booster Masih Terbatas, Pemkot Pontianak Fokus Genjot Target Vaksinasi Covid-19

Hujan baru akan reda memasuki malam hari, yakni pukul 19.00 WIB. Dimana cuaca berubah menjadi cerah berawan. Meski cuaca berubah, suhu udara akan tetap sama yakni 25 derajat celcius dengan tingkat kelembaban kembali berkurang menjadi 90 persen. 

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X