Festival Ditiadakan, Meriam Karbit Tetap Meriahkan Suasana Tepian Sungai Kapuas Jelang Lebaran

- Kamis, 28 April 2022 | 21:12 WIB
Permainan tradisional meriam karbit yang menjadi salah satu aset kebanggan Kota Pontianak. (ayopontianak.com/dok. Prokopim Pemkot Pontianak)
Permainan tradisional meriam karbit yang menjadi salah satu aset kebanggan Kota Pontianak. (ayopontianak.com/dok. Prokopim Pemkot Pontianak)

PONTIANAKTIMUR,AYOPONTIANAK.COM– Suasana malam di tepian Sungai Kapuas menjelang Lebaran semakin meriah dengan suara dentuman yang menggelegar. Dan setiap kali suara menggelegar terdengar, selalu berhasil menarik perhatian para pengendara yang tengah melintas di Jembatan Kapuas I.  

Suara menggelegar tersebut tak lain berasal dari benda yang berjajar di sepanjang tepian Sungai Kapuas yang biasa dikenal dengan nama meriam karbit. Ya, meski tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kembali tak menggelar Festival Meriam Karbit karena mempertimbangkan masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, namun masyarakat tak dilarang untuk memainkan permainan tradisional yang biasanya digelar menjelang Lebaran itu. 

Chandra (33) salah satunya. Saat ditemui di tepian Sungai Kapuas Tambelan Sampit tempat kelompoknya memainkan meriam karbit, Rabu 27 April 2022 malam, ia tanpa takut menyulut meriam karbit.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Pontianak 28 April 2022: Waspadai Hujan Petir di Siang Hari

Dengan membawa api obor menuju satu di antara kayu yang berjejer di tepian sungai yang berada tak jauh di bawah Jembatan Kapuas I. Pria itu langsung menyulut lubang kecil yang ada di tubuh kayu bulat tersebut dan diikuti bunyi menggelegar.

Di sisi lain, ada sejumlah pria yang juga sibuk menyiapkan meriam karbit. Ada yang mengambil air, ada pula yang berada di ujung moncong kayu berdiameter cukup besar sambil menutup lubang yang mengarah ke sungai dengan lembaran kertas koran. Kemudian yang lainnya memasukkan karbit yang sudah dipecah seukuran kerikil kecil. 

Memang, butuh nyali yang tak kecil untuk memainkan meriam karbit. Namun hal tersebut menjadi hal yang biasa bagi warga Tambelan Sampit. Pasalnya, bermain meriam karbit sudah menjadi bagian  kehidupan warga sekitar tepian Sungai Kapuas terutama saat menyambut lebaran. 

Baca Juga: Disamarkan Jadi Paket Makanan, Upaya Penyelundupan 10 Ekor Biawak Tanpa Telinga Berhasil Digagalkan

"Pada tahun ini kami menyiapkan tujuh meriam karbit untuk dimainkan menyambut lebaran," katanya saat ditemui di 

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Pemkot Pontianak

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X